Where there is a meeting, there is a leave-taking.
Siapa ya yang bikin pepatah itu,
rasanya pengen gue injek-injek. Haha..
Gue ke-inspirasi nulis itu
setelah liat tweet temen. Bikin gue mikir, iya juga yaa? Gue ngerasa
semua pertemuan diakhiri perpisahan, kehidupan diakhiri kematian.
Setiap orang berharap pengen
selalu bareng sama orang-orang tercintanya. Tapi ya not really, ujung-ujungnya pasti dipisahin sama sesuatu. Entah jarak, waktu ato kematian. Dan bahkan kita ga tau jarak, waktu, kematian
yang bisa misahin kita, apa juga bisa berakhir (ngomong apa ya ini?).
Eeits, mungkin ga cuma jarak,
waktu ma kematian yang menjadi pemisah.
Orang ketiga juga selalu sukses jadi jurang pemisah, men! Best-way
to destroy your relationship and getting-hate each other lastly. Dan gue selalu ga suka sama orang ketiga, couldn’t survive for longer time.
Pacaran trus putus gara-gara
orang ketiga itu lebih nyakitin daripada gue harus ga ketemu pacar karna jarak
dan waktu. Tapi jarak dan waktu bisa aja
jadi masalah utama orang ketiga masuk. Long distance relationship (LDR) tuuh,
pasti lebih banyak bo’ongnya. Semakin
jauh dari pacar semakin besar kesempatan buat orang ketiga masuk. Semakin ga ada waktu sama pacar, juga bikin
gampang orang ketiga masuk. Kok gue tau
yaa? Ga perlu dibahas kuyaaa...
Tapi semua orang harus terus
berharap loh! Misal kita sekarang dipisahin, siapa tau ntar di kehidupan
selanjutnya disatuin lagi. Jadi buat gue,
ga ada yang mustahil sih biar bisa bareng-bareng terus sama orang yang kita
cinta. Jadi pepatah di atas, gue anggep
laler. Mo lewat, lewat ajaa! Sok cool yah gue-nya.
Ini bahasa gue kenapa jadi pake
‘gue-gue’. Waaaahh....
Mohon maklum, soalnya yang mulai
temen aku. Mentang-mentang dia anak gaul
Jekardaaahhh. Perasaan aku mau ngerjain
makalah deh, kenapa malah nulis ginian.
Jeleek ya, bahasanya
campur-campur. Tapi akunya sah-sah aja
sih.. Seeyaaa :p
No comments:
Post a Comment