Friday, April 17, 2015

SEANDAINYA - KENYATAANNYA

Udah beberapa kali kamu nanya ini ke aku, “kamu kalo inget hal yang pernah kamu lakuin itu, kamu ngerasa lucu ga sih?”. Dan aku selalu jawab “engga”.

Yang kamu anggep lucu dan kamu tanyain ke aku itu, hal-hal konyol yang pernah aku lakuin ketika aku lagi labil, ngambek, dan emosi ga mutu. Kenyataannya emang ga pernah aku bayangin hal-hal konyol itu. Tapi aku suka kamu mengingatnya, walaupun aku engga sama sekali.


Tapi beda seandainya kamu nanya, “kamu kalo inget hal yang pernah aku lakuin itu, kamu ngerasa lucu ga sih?”. Dengan yakinnya aku bakal jawab, “iyaaa, itu lucu.”

Itu aku anggep lucu, seandainya yang kamu tanyain itu, hal-hal konyol yang pernah kamu lakuin ketika kamu sering ngegangguin aku, ngegombalin aku dengan kata-kata yang ngelelehin aku. Kenyataannya, itu emang lucu kalo aku udah ngebayangin hal-hal konyol yang kamu lakuin itu. Aku suka mengingatnya, walaupun mungkin kamu engga sama sekali.

-------------------

Ketika kata seandainya harus kalah dengan kata kenyataannya.

Seandainya kamu juga inget apa yang pernah kamu lakuin ke aku sebelumnya, yang aku ga tau itu kamu lakuin juga ke orang lain atau engga. Tapi seengganya itu udah nyenengin aku di kala itu.
Seandainya hal-hal konyol itu masih terjadi sampe sekarang, yang aku ga tau itu kamu lakuin juga ke orang lain atau engga. Tapi seengganya itu udah ngebahagiain aku di kala itu.
Seandainya sayangku ke kamu bisa berbalik jadi sayangmu ke aku, itu mungkin akan lebih dari sekedar nyenengin ataupun ngebahagiain aku. Can’t describe that moment if truly happened!

Dan kenyataannya, itu udah ga terjadi lagi atau mungkin ga akan pernah terjadi. Sayangnya justru hingga sekarang, aku yang masih terlena dengan andai-andai itu.  Bingung sama apa yang mau aku lakuin lagi. Bingung beneeer...

-----------------------

Dibilang aku lagi patah hati, mungkin iya. Dan kalo Raditya Dika pernah nyeritain tentang patah hati terhebatnya, mungkin bisa dibilang ini patah hati terhebatku. Entahlah, usia yang makin dewasa membuat seseorang lebih sensitif buat urusan sayang-menyayangi.

Ketika seseorang udah mengalami patah hati terhebat, itu akan mengubah hidupnya, seperti cara berpikirnya. Semua orang setelah patah hati punya cara sendiri untuk menentukan hidupnya.

Memilih mencari orang lain untuk melupakan yang sebelumnya.
Menunggu seseorang yang dirasa akan lebih bisa menyayanginya.
Atau bahkan trauma untuk menyayangi orang lain, karena takut untuk patah hati.


Yang jelas, aku bukan yang terakhir. Aku ga pengen takut patah hati. Karena seseorang yang patah hati memiliki sebutan mulia, yang biasa disebut dengan istilah, “dewasa”.

No comments:

Post a Comment