Friday, November 18, 2016

Rindu Sajadahmu

Malam ini, terasa lebih sulit untuk lebih cepat memejamkan mataku.
Tiba-tiba saja, aku merindukan kain tebal sedikit kaku yang sengaja kamu siapkan untukku.
Kain warna kuning kecokelatan yang kamu hadapkan ke kiblat di ruang kosong itu.
Ya, aku rindu sajadahmu.
Lalu...
Sengaja kamu letakkan sajadahmu di sisi kiri ruangan itu.
Di sisi kanan, yang kelak menjadi tempatmu, tergelar selembar kain kotak-kotak tipis warna kelabu.

Ya, ternyata kamu lebih memilih memakai sarung kesayanganmu sebagai alas ibadahmu.
Sementara sajadah yang kamu miliki satu-satunya itu, harus kamu relakan untuk aku.
Perdebatan kecil pun menghiasi jelang waktu kamu meng-Imam-i salatku.
Niatku menawarimu untuk memakai sajadah itu.
Jelas saja, jawabannya kamu menolaknya dengan cara halusmu.
Dan kamu membuatku nyaman dengan sikap bijakmu.
Bahkan dari saat kita mengambil air wudhu.
Kamu mempersilakan aku untuk melakukannya lebih dulu.
Sementara kamu berdiri tak jauh dariku.
Membuatku sempat malu karena ternyata kamu menungguku.
Menunggu untuk bergantian mengambil air wudhu.
Rindu sajadah itu..
Rindu berada di belakangmu menjadi makmum-mu..
Rindu mendengar lantunan ayat-ayat suci dari bibirmu..
Rindu bersujud bersamamu, calon Imamku..
Yang entah siapa, masih dirahasiakan oleh-Mu, Ya Tuhanku..
Ya Rabbi, izinkan aku untuk memakai sajadah yang ku rindu..
Segera pertemukan kami dengan cara halal dan tentu dengan ridho-Mu..
(*)

No comments:

Post a Comment